Cerita Sex 2016 – Bercinta Sama Tukang Pelet

15409 views
obat pembesar penisobat pembesar penis
Cerita Sex 2016 – Bercinta Sama Tukang Pelet | kali ini menceritakan pengalaman sex yang sangat buruk dari seorang wanita yang sudah bersuami yang namanya tidak disebutkan. Berawal dari suatu kejadian tabrak lari oleh wanita itu yang penyebabkan kematian istri dari seorang pria tua yang yang bernama Pak udin dan konon katanya dia mempunyai ilmu pelet.Cerita Sex 2016 - Bercinta Sama Tukang Pelet Cerita Sex 2016 - Bercinta Sama Tukang Pelet Cerita Sex 2016 - Bercinta Sama Tukang Pelet Foto Telanjang ABG Cina 4
Cerita Sex 2016 – Bercinta Sama Tukang Pelet | Karena istri pak udin meninggal akibat wanita itu, akhirnya Pak udin-pun meminta wanita itu untuk menggantikan peran istrinya yang sudah meninggal untuk memuaskan hasrat sex Pak Udin .Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Dalam kehidupanku, rumah tanggaku maupun lingkungan kerjaku sebelumnya tidak pernah ada masalah. Suamiku seseorang yang sangat pengertian dan dia selalu memenuhi segala kebutuhanku baik lahir maupun batin. Akupun dilahirkan dalam lingkungan yang memegang teguh agama dan adat jawa. Dan tidak heran setamat kuliah aku dan Mas Hamdan memutuskan untuk menikah, karena kami telah lama pacaran.

Kehidupanku boleh dibilang berkecukupan, selain ayahku yang seorang pamong di daerah jawa tengah, orang tua Mas Hamdan-pun terbilang orang cukup berada dan menetap di jakarta. Setelah menempuh hidup bersama dalam rumah tangga kami selama 2 tahun, maka kami merencanakan menunda untuk memiliki keturunan.
Mas Hamdan ingin aku mencurahkan perhatianku kepada pekerjaan dan ingin tetap menikmati kehidupan berdua dulu tanpa di ganggu anak dulu. Saat ini usiaku menginjak 28 tahun. tinggiku 160cm dan rambut sebahu. kulitku kata teman-temanku sawo matang, karena jika putih pasti kalah dengan orang chiness.
Tidak heran selama aku kuliah dulu di daerah surakarta,banyak teman sekampusku yang coba endekati, namun hatiku terpaut pada Mas Hamdan saja. Bukan materi yang aku kejar pada dirinya, namun karena sikapnya yang santun thdp aku. Teman-teman bilang aku terlalu pilih-pilih, namun semua itu salah, dan kebetulan Mas Hamdan datang kekosku selalu memakai mobil mewah sperti BMW atau Mercedes milik orang tuanya.
Tapi aku lebih suka jika ia datang dan menjemput aku memakai sepeda motor saja. Bukan apa-apa, di kampungku orang tuaku juga punya mobil seperti itu. Kehidupan sexualku normal dan Mas Hamdanpun tau tentang seleraku. Ia amat mengerti kapan kami bisa berhubungan badan dan kapan tidak. Akupun tidak mau Mas Hamdan terlalu memporsir tenaganya untuk melakukan kewajibannya.
Sebagai wanita jawa aku dituntut untuk nrimo dan pasrah saja. Kami tinggal di surakarta dan menempati rumah pemberian orang tua Mas Hamdan. Di rumah yang luas dan asri ini, kami tinggal dan ditemani dua orang pembantu suami istri. Kedua pembantu itu telah lama ikut dengan orang tua Mas Hamdan. Umur mereka kira-kira 63 tahun. yang perempuan bernama mak Giyem dan pak Narto.
Kami mempercayakan rumah kepada mereka jika kami pergi kerja. Setiap hari aku kekantor kadang diantar Mas Hamdan dan kadang aku nyetir sendiri. Suatu saat aku pulang kantor dan mau kerumah, aku tanpa sengaja menyerempet sebuah sepeda yang dikemudikan oleh seorang pria paruh baya. Pria itu jatuh dan aku karena takut dan kaget, maka aku larikan saja mobilku kearah rumah.
Sesampai dirumah aku, masukkan mobil dan diam di kamar. Masih terbayang olehku saat, pria itu jatuh dan memanggil manggil aku untuk berhenti, namun aku tancap gas. Dirumah perasanku tak tenang dan itu aku diamkan saja dari Mas Hamdan. setelah kejadian itu besoknya aku minta diantar kekantor dengan Mas Hamdan. hampir tiap malam aku bermimpi bertemu dengan pria yang ku tabrak itu.
Sampai-sampai Mas Hamdan heran akan sikapku yang berubah dingin dan gelisah. Lalu Mas Hamdan menanyakan sebab perubahan sikapku itu. Akupun berterus terang dan Mas Hamdan memahaminya. Lalu ia sarankan aku untuk menagmbil seorang sopir, untuk mengantarku. Akupun setuju, sebab aku memang trauma sejak saat itu menyetir sendiri. Beberapa hari kemudian, datanglah sopir yang dicari Mas Hamdan itu.
Alangkah kagetnya aku, soalnya itu adalah orang yang aku tabrak tempo hari. Iapun kaget, namun aku berusaha menagatur sikapku, aku yakin iapun masih ingat denganku saat ku tabrak. Supaya Mas Hamdan tak curiga pada orang yang ku tabrak itu, maka aku setuju saja jika ia jadi sopirku. Aku berfikir untuk balas jasa ata skesalahanku saat itu. Namanya Pak Udin, umurnya kira-kira 60 tahun, namun masih kuat dan sehat.
Sejak saat itu aku slalu diantar Pak Udin kemana aku pergi, baik kekantor atau belanja. Setiap pagi ia telah ada di rumah, dan siap-siap membersihkan mobilku. Sedang suamiku telah akrab dgn Pak Udin. Suatu hari saat mengantar aku kekantor Pak Udin tiba-tiba berkata padaku,
“ Buk… kalau tidak salah ibu-kan yang menabrak saya dengan mobil ini kan?… “ tanyanya,
Ketika itu aku hanya bisa terdiam dan Pak Udin-pun menyambung perkataanya,
“ Kenapa Ibu hanya terdiam, Ibu kejam sekali, sungguh tidak berperasaan dan bertanggung jawab ”,
“ Ma… ma… maafkan saya Pak, waktu itu memang saya salah, sungguh saat itu saya sedang terburu-buru saat, “ jawabku.
“ Semua orang kaya memang begitu, selalu menganggap orang lain tidak berharga ”
“ Jangan berkata begitu pak, ketika itu saya benar-benar khilaf, dari lubuk hati yang paling dalam, tolong maafkan saya pak, ”
Lalu iapun terdiam saja saat itu, hingga sampai di rumah. Sejak kejadian itu sikapnya terhadapku jadi lain dan aku tidak ambil pusing. Aneh memang kenapa sejak saat Pak Udin bertanya kepadaku saat itu, aku merasakan adanya sensasi tersendiri dalam hatiku saat menatap matanya. Perasaanku kepada Pak Udin serasa ingin terus bersama dengannya.
Jika ia pulang sore harinya,aku merasa ada yang hilang dalam hidupku. Dan pagi jika ia datang untuk mengantarku rasa itu jadi senang dan seperti kasmaran. Perasanku kepada Mas Hamdan biasa saja. Jum’at sore saat ia menjemputku, entah kenapa aku minta Pak Udin untuk mampir dulu untuk singgah di sebuah restoran. Disitu aku mengambil tempat agak kesudut dan suasananya amat romantis.
Pak Udin kuajak makan. kami duduk berhadap hadapan, ia pandangngi terus mataku. Akupun demikian seperti aku memandang mas hedra. Tanpa ada kata2 ia genggam jemariku saat itu, aku merasa tenang seperti gadis remaja dengan pasangannya. Pak Udin lalu meraih tanganku dan menciumnya. Baru kali ini, tanganku di pegang orang selain suamiku dan ada rasa hangat yang mengalir di sekujur tubuhku.
Beberapa saat kami menikmati suasana yang tak aku hendaki itu terjadi. Setelah itu kami keluar dari restoran itu dan menuju kemobil. Dalam mobiku itu, aku terdiam dan bingung akan kejadian barusan, otakku tidak berjalan sebagai mana mestinya, soalnya aku bermesraan dengan sopirku yang tidak sepadan denganku dan ia dengan bebasnya meraih dan meremas tanganku.
Dalam mobil sebelum berjalan, Pak Udin menoleh kearahku,dan kembali meraih jemariku dan lalu ia rengkuh tubuhku lalu ia kecup bibirku. aku kembali seperti orang linglung. Sesampai dirumah aku terus terbayang sensasi kejadian tadi sore itu. Alangkah kurang ajarnya sopirku itu, bisik hatiku. Malam harinya, dengan setengah hati, aku layani suamiku dengan apa adanya.
Tidak ada lagi rasa nikmat yang aku rasakan saat Mas Hamdan mencumbuku dan mensebadaniku. Hatiku slalu terbayang wajah Pak Udin. Kalau pikiranku sehat saat itu, aku berpikir apa istimewanya Pak Udin ? gak ada rasanya. tapi aku slalu terbayang wajahnya, Sampai-sampai saat suamiku saat berada diatas tubuhku saat melakukan hubungan badan, aku kira Pak Udin yang diatas tubuhku, tapi untunglah aku masih bisa mengusai diri.
Besoknya aku seperti biasa diantar olehnya, dan ia tambah berani dengan meraba paha dan dadaku, tangannya aku tepiskan, namun ia hanya senyum. Setiap hari, matanya tidak luput memandangku dari ujung rambut sampai kaki. Tingkah Pak Udin makin hari makin menjadi saja, pasti ia selalu saja menyentuh bagian dari tubuhku, kadang dadaku, paha, bahkan kadang ia juga mencium bibirku. Namun aku tidak berontak.
Suatu ketika saat pulang kantor, mobil tidak ia arahkan kerumah tapi, kerumahnya di kawasan kartosuro. Disana, suasananya sepi dan jarang ada rumah penduduk. Entah kenapa akau, mau saja diajak turun dan amsuk kerumahnya, yang dikelilinggi pohon-pohon besar. Rumahnya terbuat dari kayu dan beratap genteng yang telah tua. Dalam rumah itu hanya ada dipan beralaskan tikar dan sebuah bantal.
Lalu Pak Udin menutup pintu rumah itu dan menyilahkan aku duduk di pinggiran dipan itu. Kalau dilihat, gubuknya seperti rumah dukun dan didindingnya ada semacam tulang-tulang dan bau menyan. Pak Udin kebelakang dan tidak lama kemudian muncul dan duduk di sampingku.
“ Buk… beginilah keadaan saya,” katanya,
“ Nggak papa Pak, lebih baik begini, jujur dan apa adanya, ” jawabku.
Setelah kami melakukan sedikit perbincangan, dengan tiba-tiba Pak Udin melingkarkan tangannya ke bahuku,
“ Aku merasa tidak enak… buk… saya ingin merasakan kehangatan tubuh ibu” ucapnya.
“ Dulu istri saya masih hidup jika tidak ibu tidak menabrak saya saat itu, seharusnya saat itu saya masih bisa menolongnya, namun ibu membuat saya terlambat, dan istri saya akhitnya meninggal, sekarang ibulah yang harus menggantikannya ” ucapnya tegas padaku,
Ketika itu aku hanya terdiam saja saat itu, aku begitu karena pikiranku sudah kosong dan dalam diriku ada semacam gairah yang menghentak untuk dituntaskan dan lepaskan. Setelah berkata begitu, satu persatu pakainanku jatuh kelantai dan setiap inci tubuhku ia raih dan remah hingga aku tidak berpenutup lagi. Aku ia baringkan di dipan kayu itu, lalu ia buka pakaiannya hingga, sama-sama bugil denganku.
Saat itu aku sebelumnya hanya berpakaian kantor. lalu ia raih inci demi inci setiap rongga di tubuhku. Dan akhirnya ia hujamkan kejantanannya kekemaluanku berkali kali. ,hingga derit dipan itu terdengar. Aku hanya mendengus dan merasa terus dijadikan kuda pacu. Tubuh mulusku dijamah Pak Udin berulang ulang, hingga akhirnya ia semburkan cairan hangat itu didalam kemaluanku.
Ketika itu terasa hangat dan tegang saat ia sampai klimaks. Aku pun tanpa kusadari dari tadi telah pula orgasme. Tubuhku saat itu penuh dengan keringat dan bercampur dengan keringat Pak Udin. Aku mersakan perih dan nyilu pada selangkanganku karena kejantanan Pak Udin panjang dan besar juga. Hampir seluruh kulit tubuhku memerah dan putingku serasa panas akibat gigitan Pak Udin.
Beberapa saat kemudian aku di suruh berpakaian dan berbenah seperti biasa lagi. Lalu aku pulang diantarkanya dengan mobilku. Dalam mobil aku merasa sesal telah mengkhianati Mas Hamdan, namun apa dayaku, sebab Pak Udin amat berkuasa terhadap tubuhku, hingga ia berhasil menelanjangngi dan menyetubuhi ku. Sejak saat itu, bila ada waktu saat aku pulang kantor.
Pak Udin slalu menyetubuhiku dan kadang jika suamiku ke jakarta, ia dengan seenaknya tidur di rumahku dan kamipun bersebadan dengan Pak Udin di atas ranjang kami dengan Mas Hamdan. Setiap ia menggauliku aku slalu merasakan puas dan merasa nyeri pada selangkangannku. Para pembantuku tidak curiga atas tindakan kami itu. Pak Udin pun tampaknya bisa menutup mulut kedua pembantuku.
Hampir selama setengah tahun aku menjadi pelampiasan nafsu Pak Udin. Namun aku sedikit tenang, aku tidak bakalan hamil, karena aku sudah memasang spiral. Dan itu aku sadari, karena hampir setiap berhubungan sex dengan Pak Udin, ia slalu mengeluarkan air maninya dalam rahimku. Dan memang aku sempat mencium bau tidak enak saat ia berada diatas tubuhku.
Bau keringatnya amat busuk, namun aku slalu mengganti sprei ranjangku setiap ia meniduriku, sebab bau keringatnya akan tinggal di kain sprei itu. kamarpun aku semprot dengan wewangian dan ACnya slalu menyala. Dan sekian lama barulah aku mengetahui dari seorang teman bahwa Pak Udin adalah seorang dukun dan aku telah di guna- gunainya.
Atas saran dan bantuan seorang paranormal dari rekan kerjaku, kini aku telah terbebas dari pelet Pak Udin. Tidak lama aku-pun memecat Pak Udin, dan ia-pun sempat mengancamku, akan membongkar hubungan sexku denganku kepada suamiku. Untuk menutup mulut dan agar Pak Udin pergi dari kehidupanku, dia meminta uang sekitar 25 juta dariku. Akupun menuruti kemauanya dan sejak saat itu ia tidak pernah muncul lagi fari hadapanku. Entah dia dimana, semoga dia mendapatkatkan karma dari segala perbutanya padaku. Selesai.
Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web ceritasekshot.net

Incoming search terms:

  • cerita sek enak dperkosa
  • cerita seks pelet terbaru 2016
  • cerita sek pelet
  • cerita panas 2015 bercinta sama tukang pelet
  • Ceritaterbaru net
  • CERITA PANAS PAKAI PELET
  • cerita hot ilmu pelet
  • cerita bokep perkosa gadis gadis pake pelet malam hari
  • cerita seks ilmu pelet
  • cerita mesum ilmu pelet

Tags: #cerita daun muda #cerita dewasa #cerita mesum #cerita ngetot #cerita selingkuh #cerita sex #cerita terbaru 2016